Sabtu, 27 Agustus 2011

TEKNIK RADIOGRAFI CALCANEUS


TEKNIK RADIOGRAFI
CALCANEUS

PENGERTIAN : 
Ilmu yang mempelajari tata cara pemeriksaan Os calcaneus dengan menggunakan sinar-X
untuk menegakkan diagnosa 

KLINIS :
-          Kalsifikasi
-          Fracture
-          Kelainan patologis

PERSIAPAN PEMERIKSAAN :
1. Persiapan pasien :
. Bebaskan daerah calcaneus dari
  benda-benda logam 
2. Persiapan Alat :
-          Pesawat sinar-X
-          Marker
-          Kaset dan film
-          18 x 24 cm
-          Alat fiksasi
-          Load pembagi

PROTEKSI RADIASI
-          gonad shield
-          Apron
-          Batasi lapangan penyinaran 

ANATOMI OS CALCANEUS
Os calcanues atau os calcis adalah bagian dari tulang
Tarsal terbesar dan terkuat. Sumbu panjangnya terletak posteroanterior dari kaki. Pada permukaan anterior mempunyai permukaan sendi yang berbentuk cembungcekung untuk bersendi dengan os cuboideum yang mempunyai permukaan post yang kasar. Permukaan dorsalis mempunyai 3 buah permukaan sendi, bagian posterior paling besar dan cembung yang permukaan bawahnya tanpa ada permukaan sendi.permukaan medialis cekung yang berlawanan dengan permukaan lateralis yang mendatar. 







CALCANEUS
PROYEKSI AXIAL ► Plantodorsal
·         Posisi Pasien    : Pasien supine atau duduk diatas meja pemeriksaan dengan kaki diekstensikan.
·      Posisi Obyek   : Pedis diletakkan vertikal diatas kaset horisontal. Jari-jari kaki full ekstensi dengan ditarik kain supaya tidak superposisi dengan calcaneus.
·         CR       : 40° Cranialli.
·         CP       : Metatarsal III
·         Kriteria gambar : Tampak gambaran axial os calcaneus terutama daerah tuberositas, sustentaculum tali dan processus trochlear.


CALCANEUS
PROYEKSI AXIAL ► Dorsoplantar
·         Posisi Pasien    : Pasien prone diatas meja pemeriksaan.
·      Posisi Obyek   : Kaki pasien diletakkan diatas tumpukan sandbag/bantal sehingga daerah plantar Os Pedis menempel pada kaset yang vertikal.
·                     CR       : 40° Caudally
·                     CP       : Permukaan dorsal ankle.
·         Kriteria gambar : Tampak gambaran proyeksi axial Os Calcaneus dan daerah subtalar joint.



CALCANEUS
PROYEKSI LATERAL ► Mediolateral
·         Posisi Pasien    : Pasien supine diatas meja pemeriksaan.
·    Posisi Obyek   : Os Pedis diletakkan true lateral dengan sisi lateral menempel pada kaset. Kaset diletakkan horisontal diatas meja pemeriksaan.
·                     CR       : Vertikal / tegak lurus kaset.
·                     CP       : 2,5 cm distal malleolus medialis.
·         Kriteria gambar ; Tampak gambaran lateral Os Calcaneus.


CALCANEUS
PROYEKSI LATEROMEDIAL OBLIQUE
WEIGHT-BEARING METHOD
·         Posisi Pasien    : Pasien standing-upright atau berdiri tegak.
·         Posisi Obyek   : Salah satu pedis diletakkan diatas kaset. Kaset horisontal.
·         CR       : Dari arah lateral ke medial 45°
·         CP       : Malleolus lateralis
·         Kriteria gambar : Tampak gambaran calcaneus, tuberositas calcaneus.




SUBTALAR JOINT
Os Calcaneus memiliki 3 permukaan :
  1. Permukaan anterior.
  2. Permukaan medial.
  3. Permukaan posterior.
       Permukaan superior bersendi/berhubungan dengan bagian inferior Os Talus ► Subtalar
       ( Talo-calcaneus Joint).
Proyeksi pada bagian ini akan menggambarkan persendian anterior dan posterior)

SUBTALAR JOINT PROYEKSI
PA AXIAL OBLIQUE ► Lateral Rotation
·         Posisi Pasien    : Pasien tidur miring (lateral) pada sisi yang akan difoto. Kaki yang tidak difoto difleksikan didepan tubuh agar lebih nyaman.
·         Posisi Obyek   : Kaki yang akan difoto diekstensikan. Pedis diposisikan PA Oblique, 25° pada sisi lateral.
·         CR       : 5° anterior dan 23° caudal
·         CP       : Ankle Joint
·         Kriteria gambar :
Tampak gambaran persendian medial dan posterior dari Subtalar Joint. Dan tampak gambaran sinus tarsi.


TEKNIK RADIOGRAFI OS PEDIS


TEKNIK RADIOGRAFI OS PEDIS

PENGERTIAN
Ilmu yang mempelajari tata cara pemeriksaan os pedis (tulang kaki) dengan menggunakan sinar-x untuk menegakkan diagnosa”

KLINIS :
-          fracture
-          kelainan patologis
-          dislokasi

PERSIAPAN PEMERIKSAAN :
1.      persiapan pasien
daerah yang diperiksa bebas dari benda logam
2.      persiapan alat/bahan
pesawat sinar-x
kaset dan film 24 x 30 cm
load pembagi
marker   

PROTEKSI RADIASI
-          gonad shiel
-          apron
-          batasi lapangan penyinaran 

ANATOMI OS PEDIS
terdiri atas 26 tulang,yaitu :14phalanges, 5 os metatarsal dan 7 os tarsi. os tarsi terdiri atas os calcaneus,os talus, os navicular,3 os cuneiform, dan os cuboid. berdasarkan fungsinya dibedakan menjadi 3 yaitu : forefoot (metatarsal dan toes), midfoot (cuneiform, navicular, dan cuboid), hindfoot (talus/astragalus, dan calcaneus(os calcis). tulang kaki dibentuk dan bersatu untuk membentuk kesatuan longitudinal dan arcus transversal.
bagian permukaan anterior (superior) kaki disebut  dengan dorsum atau permukaan dorsal, dan inferior(posterior) aspek dari kaki disebut permukaan plantar. karena ketebalan yang beragam pada anatomi kaki, maka harus kita perhatikan pemberian faktor eksposi untuk dapat menunjukkan densitas keseluruhan bagian tulang kaki  





PROYEKSI AP/AP AXIAL
  • posisi pasien    : pasien supine. kaki difleksikan dan telapak kaki menghadap meja pemeriksaan.
  • posisi obyek    : telapak kaki menempel pada kaset. kaset horizontal diatas meja pemeriksaan.
  • ffd : 90 – 100 cm
  • cr         : 1) 10º (ke arah os calcaneus), cp: metatarsal    ke-3
  •               2)  vertikal / tegak lurus kaset, cp: metatarsal ke-3
  • kriteria gambar : tampak gambaran ap dari ossa metatarsal, ossa phalanx, ossa tarsal  



AP OBLIQUE
LATERAL ROTATION
§  posisi pasien    : pasien supine. kaki difleksikan, telapak kaki menghadap meja pemeriksaan.
§  posisi obyek    : kaki diendorotasikan membentuk sudut 30º terhadap kaset pada sisi lateral.
§                          ffd       : 90 – 100 cm 
§                          cr         : vertikal / tegak lurus kaset
§                          cp        : metatarsal ke-3
§  kriteria gambar : tampak gambaran ap oblique pada daerah ossa phalanx, ossa metatarsal. tampak persendian os cuneiform medial dan intermedial.



  

AP OBLIQUE ( MEDIAN ROTATION)
§  posisi pasien    : pasien supine. kaki difleksikan, telapak kaki menghadap meja pemeriksaan.
§  posisi obyek    : kaki diendorotasikan membentuk sudut 30º terhadap kaset pada sisi medial.
§  ffd       : 90 – 100 cm
§  cr                     : vertikal / tegak lurus kaset
§  cp                    : metatarsal ke-3
§  kriteria gambar : tampak gambaran ap oblique pada daerah ossa phalanx, ossa metatarsal. tampak persendian os cuboideum dan os calcaneus serta daerah persendian os cuneiform lateral.




PA OBLIQUE  (MEDIAL ROTATION)
§  posisi pasien : pasien lateral recumbent dengan lutut difleksikan.
§  posisi obyek  : atur dorsal pedis pada pertengahan kaset horizontal. rotasikan kearah medial sehingga sisi lateral pedis membentuk sudut 45º terhadap kaset.
§              ffd       : 90 – 100 cm
§              cr         : vertikal / tegak lurus kaset
§              cp        : pertengahan kaki pada the base of  metatarsal v
§  kriteria gambar ; tampak gambaran pa oblique pedis. tampak persendian didaerah ossa tarsalia.




PROYEKSI PA OBLIQUE METODE GRASHEY
§  posisi pasien    : pasien prone, punggung/dorsal  pedis menghadap meja pemeriksaan.
§  posisi obyek    : bagian dorsal  pedis menghadap kaset, kaset horizontal diatas meja pemeriksaan.
            1. diendorotasikan sehingga sisi medial membentuk sudut 30º terhadap kaset.
            2. dieksorotasikan sehingga sisi lateral membentuk sudut 20º terhadap kaset.
§  ffd       : 90 – 100 cm
§  cr         : vertikal / tegak lurus kaset
§  cp        : pada the base of metatarsal iii
§  kriteria gambar :
1.      tampak gambaran pa oblique pedis. tampak persendian metatarsal i & ii bebas dari superposisi, os cuneiform medialis bebas dari superposisi dan tampak os navicular .
2.      tampak gambaran pa oblique pedis. tampak corpus dari metatarsal iii s/d v bebas dari superposisi. tampak tuberositas metatarsal v dan os cuboideum.
           



PROYEKSI LATERAL (MEDIOLATERAL)
§  proyeksi ini sering dilakukan karena relatif lebih nyaman untuk pasien
§  posisi pasien : pasien supine / duduk diatas meja pemeriksaan. kaki yang tidak diperiksa ditekuk ke belakang.
§  posisi obyek          : atur pedis true lateral, sisi lateral pedis menempel pada kaset horizontal. fleksikan pedis sehingga membentuk sudut 90º terhadap ossa cruris.
§              ffd       : 90 – 100 cm
§              cr         : vertikal / tegak lurus kaset
§              cp        : pada the base of  metatarsal iii
§  kriteria gambar : tampak gambaran lateral pedis dan daerah distal os tibia dan fibula.


PROYEKSI LATERAL LATEROMEDIAL
§  posisi pasien : pasien supine / duduk diatas meja pemeriksaan. kemudian untuk kenyamanan pasien, tubuh pasien diposiskan oblique (lpo/rpo)
§  posisi obyek          : atur os pedis true lateral, sisi medial pedis menempel pada kaset horizontal. fleksikan os pedis sehingga membentuk sudut 90º terhadap ossa cruris.
§              ffd       : 90 – 100 cm
§              cr         : vertikal / tegak lurus kaset
§              cp        : pada the base of  metatarsal iii
§  kriteria gambar : tampak gambaran lateral (lateromedial) os pedis dan daerah distal os tibia dan fibula.




PROYEKSI LATERAL --LATEROMEDIAL
METODE WEIGHT-BEARING
§  kaset diletakkan ditempat khusus untuk proyeksi metode weight bearing agar daerah longitudinal arch terproyeksi dalam film.
§  posisi pasien    : pasien diposisikan standing upright/berdiri tegak / erect pada bidang yang datar.
§  posisi obyek    : kaset diletakkan diantara os cruris dengan sisi depan kaset menghadap os pedis yang akan difoto.
§  ffd       : 90 – 100 cm
§  cr         : horizontal tegak lurus dengan kaset
§  cp        : pada titik diatas the base of metatarsal III
§  kriteria gambar : tampak gambaran lateromedial pedis dengan posisi weight-bearing. tampak struktur gambaran longitudinal arch os pedis



PROYEKSI AP AXIAL
METODE WEIGHT-BEARING
§  posisi pasien    : pasien diposisikan standing-upright/berdiri     tegak/erect.
§  posisi obyek    : letakkan kaset diatas lantai. pasien berdiri diatas kaset. letakkan marker sesuai dengan posisi kaki. letakkan penggaris pengukur (skala) untuk mempermudah memposisikan kaki agar simetris.
§              ffd       : 90 – 100 cm
§              cr         : 10º / 15º kearah tumit
§              cp        : pada the level of the base of metatarsal III
§  kriteria gambar : tampak gambaran ap axial os pedis kanan dan kiri
.


PEDIS ► AP AXIAL
WEIGHT BEARING COMPOSITE METHOD “posterior angulation 15° kearah tumit.
§  posisi pasien    : pasien standing-upright/erect.
§  posisi obyek    : salah satu pedis pasien diletakkan diatas kaset horisontal.
§              cr         : 15° kearah tumit.
§              cp        : the base of metatarsal III
§  kriteria gambar : tampak gambaran pedis ap axial.




PEDIS ► AP AXIAL
WEIGHT BEARING COMPOSITE METHODanterior angulation 25° kearah phalanx.
§  posisi pasien   : pasien standing-upright /erect.
§  posisi obyek    : salah satu pedis pasien diletakkan diatas kaset horisontal.
§              cr         : 25° kearah phalanx.
§              cp        : permukaan posterior ankle.
§  kriteria gambar: tampak gambaran pedis ap axial pada bagian posterior.